SENJATA
NUKLIR(NUCLEAR WEAPON)
Di pertemuan kali ini, saya akan
membahas tentang masalah persenjataan.
Senjata ini mempunyai efek atau berakibat sangat fatal, bahkan seluruh dunia
pun sangat melarang senjata ini di perjual belikan dengan bebas, nama dari
senjata ini adalah Nuclear. Nuclear adalah senjata tetapi biasanya berbentuk
seperti misil atau rudal atau mungkin dalam bentuk yang bervariasi. Nuclear ini
sangat berbahaya karena efek yang dihasilkannya, karena didalam senjata Nuclear
tersebut bukan hanya bahan peledak saja namun terdapat bahan-bahan kimia yang
sangat berbahaya bagi kehidupan(atau bersifat merusak/virus), bahkan satu
ledakannya bisa meretakan suatu kota(bahkan Negara).
Hampir di seluruh Negara yang masih
berseteru, senjata ini sering digunakan tetapi, ada aturan dalam menggunakan
senjata Nuclear ini seperti dilarangnya penggunaan Nuclear yang menimbulkan
efek berkepanjangan atau seperti Nulear yang mengandung virus yang
merusak. Karena Nuclear adalah senjata
bagi Negara-negara militer besar, coba kita bayangkan jika seluruh Negara yang
ada di dunia ini masih saling berseteru dan senjata Nuclear ada di semua
Negara, perang Nuclear pun akan mengakibatkan kesengsaraan yang besar bagi
bumi.
Senjata Nuclear termasuk penemuan
persenjataan yang sangat hebat bagi umat manusia, terutama bagi para ilmuan di
dunia yang sudah mengembangkannya menjadi senjata yang paling mematikan,
menurut saya Nuclear itu pembuatannya seperti pembuatan sebuah roket tetapi
didalam roket tersebut ada sebuah wadah untuk menampung sebuah reactor Nuclear
yang besar. Dan ternyata uji coba pertama dilakukan oleh Albert Einstein dengan
menggunakan bom Uranium tetapi uji coba tersebut bisa tidak terkontrol dan
dapat menjadi senjata pembunuh missal, didalam senjata Nuclear ternyata ada TNT
berkisar 500.000 ton.
Pada senjata tipe fisi, masa
fissile material (uranium
yang diperkaya atau plutonium) dirancang mencapai supercritical mass -
jumlah massa yang diperlukan untuk membentuk reaksi rantai- dengan menabrakkan
sebutir bahan sub-critical terhadap butiran lainnya (the "gun"
method), atau dengan memampatkan bulatan bahan sub-critical menggunakan bahan
peledak kimia sehingga mencapai tingkat kepadatan beberapa kali lipat dari
nilai semula. (the "implosion" method). Metoda yang kedua dianggap
lebih canggih dibandingkan yang pertama. Dan juga penggunaan plutonium sebagai
bahan fisil hanya bisa di metoda kedua.

0 komentar:
Posting Komentar