Bintang

Bintang
Ya, di sesi kali ini tidak jauh beda dari postingan sebelumnya yang membahas tentang Asteroid dan Bulan disini saya akan membahas tentang Bintang (Star).

Pertama-tama saya akan menjelaskan tentang pengertian dari Bintang, Bintang adalah suatu benda atau gas yang dapat memancarkan cahayanya sendiri dan tidak memancarkan cahaya dari pantulan sinar matahari dan benda tersebut berada di luar angkasa dan jumlahnya tak terhitung atau mungkin tak terhingga. Bintang, menurut saya seperti bagian terpenting dari tata surya terutama bagi planet yang kita huni yaitu Bumi, bagi planet kita Bintang bisa disebut sebagai lampu penerangan bagi Bumi di malam hari selain Bulan tetapi Bintang dapat diartikan sebagai keindahan di malam hari.
Selain itu, kita juga pernah mendengar tentang Rasi Bintang, Rasi Bintang adalah susunan dari Bintang yang membentuk sebuah pola tertentu di angkasa luar, Rasi Bintang juga bisa diartikan sebagai Zodiac, dan nama dari Zodiac itu diambil dari pola yang terbentuk dari susunan Bintang tersebut. Didalam Zodiac tersebut terdapat julukan dari nama-namanya masing-masing.

Menurut Ilmu Astronomi Bintang adalah: " Semua benda masif (bermassa 0,08 hingga 200 massa matahari) yang sedang dan pernah melangsungkan pembangkitan energi melalui reaksi fusi nuklir. Konsep rasi bintang telah dikenal sejak zaman Babilonia. Para pengamat langit kuno membayangkan pola tertentu terbentuk oleh susunan bintang yang menonjol, dan menghubungkannya dengan aspek tertentu dari alam atau mitologi mereka. Dua belas dari susunan ini terletak pada garis ekliptika dan menjadi dasar bagi astrologi. Banyak pula bintang-bintang individu yang menonjol diberi nama tersendiri, khususnya dengan penamaan Arab atau Latin.
Sebagaimana beberapa rasi bintang tertentu dan matahari, bebapa bintang juga memiliki mitologonya masing-masing.Bagi orang Yunani beberapa bintang yang dikenal sebagai Planet mewakili beberapa dewa penting mereka yang menjadi sumber dari nama-nama planet seperti Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus serta Uranus dan Neptunus. 
Kira-kira tahun 1600, Nama Rasi Bintang digunakan untuk menamakan bintang-bintang dalam wilayah langitnya. Seorang ahli astronom dari Jerman menciptakan serangkaian peta bintang dengan menggunakan huruf Yunani sebagai nama bagi bintang-bintang pada tiap rasi bintang. Setelah itu sistem penomoran berdasarkan asensio rekta bintang diciptakan oleh John Flamsteed dan ditambahkan ke katalog bintang dalam bukunya "Historia coelestis Britannica" (edisi tahun 1712). Sistem penomoran ini nantinya akan dikenal sebagai Penamaan Flamsteed atau Penomoran Flamsteed.
Semoga dengan penjelasan tentang Bintang dan lainnya dapat menambah pengetahuan anda, 
Thanks

0 komentar:

Posting Komentar